View AllSumselsiana

Info Publik

Fashion

Latest News

Selasa, 17 Maret 2026

Dompet Dhuafa Sumsel Hadirkan Kebahagiaan bagi 100 Anak Yatim Dhuafa di Palembang Square

PALEMBANGTODAY.my.id - Suasana hangat dan penuh kebahagiaan mewarnai kegiatan REMEMBER: Berbagi Kado Yatim dan Berbuka Bersama Yatim yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Sumatera Selatan pada Minggu (8/3/2026) di Atrium Palembang Square Mall. Kegiatan ini diikuti oleh 100 anak-anak, yang terdiri dari 50 penerima manfaat program Kado Yatim dan 50 penerima manfaat program Berbuka Bersama Yatim dan Dhuafa.


Acara diawali dengan sambutan dari Penta Agustina, selaku Plt Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program REMEMBER merupakan agenda rutin Ramadan yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan serta perhatian bagi anak-anak yatim.


Kegiatan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Ratu Tenny Leriva, Anggota DPD/MPR RI, yang turut mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Kegiatan Remember : Ramadan Meriah Penuh Berkah, mengingatkan kita semua bahwa di bulan Ramadan ini sangat penting bagi kita untuk berbagi kebahagiaan Ramadan. Dengan mengusung tema “Berzakat Itu Kalcer”, kata kalcer sendiri sedang menjadi tren di kalangan anak muda sebagai upaya Dompet Dhuafa menjadikan Zakat sebagai budaya atau kebiasaan bagi kita untuk mengahadirkan manfaat bagi sesama dari dana Zakat yang kita salurkan melalui Dompet Dhuafa,” ucap Ratu Tenny Leriva.

Anggota DPD/MPR RI Ratu Tenny Leriva.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr Isnaini Madani, selaku Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Palembang, serta perwakilan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia DPD Sumatera Selatan, Sukarno beserta tim.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Super Volunteer Dompet Dhuafa Sumsel, yaitu Cek Maria, Dea Olivia, Sandiyanto, Hardi Bubut, Bintang Layo, Ama Tavip, Ojak Andrian, para orang tua dan wali penerima manfaat, serta amil, relawan, dan volunteer Ramadan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan yang turut membantu kelancaran acara.


Berbagai rangkaian kegiatan menarik dihadirkan untuk memeriahkan suasana. Anak-anak mengikuti sesi ice breaking yang membuat suasana semakin seru dan penuh tawa. Selain itu, ada pula penampilan dari Forum Pesantren se-Sumatera Selatan, pembagian kado yatim, serta pembagian voucher bermain Playtopia yang semakin menambah keceriaan para peserta.


Tidak hanya itu, anak-anak juga diajak mengikuti demo meracik takjil bersama Nutrijell, yang menjadi pengalaman seru bagi mereka menjelang waktu berbuka puasa.


Menjelang berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan kultum Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Suskito, dan Ustadz Eko Rowiansyah, Lc, yang memberikan pesan-pesan kebaikan serta motivasi kepada para peserta.


Menariknya, kegiatan ini juga terhubung dengan kegiatan nasional melalui sesi sapa nasional secara virtual melalui zoom meeting. Program REMEMBER merupakan bagian dari agenda nasional berbuka bersama yatim dan dhuafa yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa Volunteer bekerja sama dengan PPJI seluruh Indonesia, yang dilaksanakan secara serentak pada 8 Maret 2026 di berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan REMEMBER di Palembang terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya PPJI Seluruh Indonesia, Dr Hj Ratu Tenny Leriva, MM, Palembang Square Mall, ASPENKU Sumsel, Dapur Bunda Rayya, Ayam Bakar Rajawali dan Bakso Barali, Catering Usaha Muda, Dapoer Kak Cik, Pempek Cek Ya, Bikin Ngiler Palembang, Pempek Cek Minah, Forum Pesantren se-Sumatera Selatan, Nutrijel, serta Teh Tjap Solo.


Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Mari dukung program pemberdayaan guru ngaji dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Dompet Dhuafa, agar semakin menebar manfaat bagi masyarakat hingga pelosok sumsel yang mendapatkan perhatian dan dukungan. (ril)

Dompet Dhuafa Sumsel Siap Salurkan Beras Zakat Fitrah Amanah Para Donatur



PALEMBANGTODAY.my.id – Menyambut momen Hari Raya Idulfitri, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan menyatakan kesiapan dalam menyalurkan 207 karung beras zakat fitrah amanah dari para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan.


Program ini menjadi bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam memastikan zakat fitrah tersalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat (mustahik), khususnya dari kalangan dhuafa, anak yatim, serta masyarakat rentan di berbagai wilayah Sumatera Selatan.


Plt Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumatera Selatan Penta Agustina menyampaikan bahwa distribusi zakat fitrah tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan bagi para penerima dalam menyambut Hari Raya.


“Zakat fitrah adalah bentuk kepedulian yang memiliki dampak langsung. Melalui 207 karung beras yang disiapkan ini, kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang membutuhkan juga dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa jumlah penyaluran beras zakat fitrah masih sangat berpotensi bertambah, seiring dengan meningkatnya jumlah donasi zakat fitrah yang masuk dari masyarakat. Hal ini membuka peluang lebih luas untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah.


Proses distribusi akan dilakukan secara bertahap menjelang Idulfitri dengan melibatkan jaringan relawan serta mitra lokal, guna memastikan bantuan sampai kepada yang berhak secara merata dan tepat waktu.


Dompet Dhuafa Sumatera Selatan pun mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat yang lebih luas.


“Masih terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat fitrah melalui Dompet Dhuafa Sumatera Selatan. Insya Allah setiap amanah yang dititipkan akan kami salurkan kepada mereka yang berhak menerima,” tambahnya.


Melalui program ini, diharapkan semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, serta memperkuat solidaritas sosial dalam membantu sesama, khususnya di bulan suci Ramadan. Karena sejatinya, setiap butir beras yang diberikan bukan hanya sekadar bantuan, tetapi juga membawa harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang menerima.


Masih ada waktu untuk menyalurkan zakat fitrah kamu melalui Dompet Dhuafa Sumatera Selatan. Donasi Zakat Fitrah bisa disalurkan langsung ke Kantor Layanan Dompet Dhuafa di Jl Bintan No 40 RT 15 RW 04 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang

Bisa Juga melalui transfer ke rekening:

BSI  : 96.96.933.780

Mandiri : 113.000.765.3482

a.n Dompet Dhuafa Republika

atau kunjungi Link Donasi :

🌐 donasi.ddsumsel.org/campaign/zakat-fitrah

📞 Informasi & Konfirmasi : 0811 7811 440

* Batas Waktu Penerimaan Zakat Fitrah Dompet Dhuafa Sumsel Tanggal 20 Maret 2026. Donasi Zakat Fitrah Via Kantor & Konter Layanan (Pukul 17.00 WIB), via Transfer dan Link Donasi (Pukul 19.00 WIB)


Jumat, 12 Desember 2025

Asyik! Ada Khitan Gratis dan Pasar Berdaya untuk Masyarakat Prasejahtera dari DD Sumsel dan RSI Ar Rasyid



PALEMBANGTODAY.my.id - Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (DD Sumsel) berkolaborasi dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Ar Rasyid Palembang menggelar kegiatan gabungan Khitanan Massal Gratis dan Pasar Berdaya (Tebus Murah Sembako). Kegiatan ini bertujuan meringankan beban kewajiban agama sekaligus menyokong kebutuhan sehari-hari dan perekonomian keluarga dhuafa di Palembang.


Acara yang berlangsung di Aula RSI Ar-Rasyid Palembang pada Kamis (11/12/2025) ini, dihadiri oleh Pimpinan Cabang DD Sumsel, Riski Asmuni, dan Direktur RSI Ar-Rasyid Palembang, Kol CKM (P) dr Toni Siguntang, Sp THT-KL, MARS, serta Wawan Setiawan selaku PIC Pendamping Sosial Kebencanaan.


Dalam sambutannya, Riski Asmuni mengungkapkan rasa syukur atas terjalinnya kolaborasi ini, yang disebutnya sebagai kemitraan lama yang selalu sinergis. “Alhamdulillah, semoga dengan dilaksanakannya khitan ini, mampu meringankan kewajiban dari para orang tua anak-anak yang akan dikhitan. Ini merupakan sebuah kewajiban bagi seorang muslim,” jelas Riski.


Senada dengan Riski, Direktur RSI Ar-Rasyid, dr Toni Siguntang, juga menyampaikan terima kasih atas support dari DD Sumsel. “Alhamdulillah, kegiatan khitan semacam ini sudah dua kali dilaksanakan di tahun ini, dan kali ini bermitra bersama Dompet Dhuafa,” paparnya.


Kegiatan khitanan massal berjalan kondusif dengan melibatkan 31 peserta dari berbagai usia. Proses khitan ditangani secara profesional oleh tenaga medis yang telah dipersiapkan oleh RSI Ar-Rasyid Palembang.



Selain khitan, dilaksanakan pula Pasar Berdaya, di mana sebanyak 50 penerima manfaat yang terdiri dari buruh harian, ojek online, buruh jahit, pedagang kecil, dan petugas layanan rumah sakit dapat menebus murah paket sembako senilai Rp100.000 dengan harga Rp50.000.


Para peserta penerima manfaat berharap DD Sumsel dapat terus melangsungkan kegiatan serupa, terutama program tebus murah, karena sangat membantu di tengah ketidakstabilan ekonomi saat ini. (ron)


Jumat, 05 Desember 2025

Nurdin, Pemulung Tangguh Coba Bangkit Melalui Program Ternak Plasma Rakyat dari DD Sumsel

PALEMBANGTODAY.web.id - Di sebidang tanah menumpang di kebun orang, berdirilah pondok Nurdin yang sederhana. Ya, pondok dalam arti sebenarnya. Dibangun dari kayu dan papan alakadarnya, beratap seng dan material bekas yang ia kumpulkan dari pekerjaan sehari-harinya sebagai pemulung. 


Pondok itu menjadi saksi bisu perjuangan seorang kepala keluarga yang tidak pernah memilih untuk menyerah pada keadaan. Meskipun hidup dalam keterbatasan fisik dan materi, semangat Nurdin membuktikan bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang mau berusaha.


Beban yang dipikul Bapak Nurdin terbilang berat. Beliau adalah tulang punggung yang harus merawat istri tercinta yang sedang mengalami ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sekaligus menderita sakit kaki gajah. 


Di samping itu, dua anak perempuannya masih membutuhkan biaya untuk menempuh pendidikan di sekolah. Keterbatasan ekonomi, ditambah tantangan kesehatan keluarga yang ekstrem, bisa membuat siapapun terpuruk.


Namun, alih-alih meminta belas kasihan, Nurdin justru menunjukkan ketangguhan luar biasa. Ia telah memiliki inisiatif untuk beternak kambing sejak satu tahun terakhir. 


Dengan pengalaman beternak yang ia miliki, ia merawat kambing-kambingnya dengan penuh harap, menjadikannya sumber penghidupan tambahan di tengah hasil memulung yang tak menentu. 


Saat dikunjungi, Nurdin justru mengajarkan tentang pentingnya optimisme dan semangat juang dalam menjalani setiap hari.





Melihat ketabahan dan potensi yang dimiliki Nurdin, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (DD Sumsel) hadir memberikan dukungan berkelanjutan. Nurdin kini resmi menjadi penerima manfaat dalam Program Plasma Ternak Rakyat. Program ini dirancang untuk mengembangkan usaha ternak yang sudah ia rintis, memberikan nilai ungkit agar usahanya dapat berkembang lebih besar.


Bantuan dari zakat umat ini bukan hanya sekadar pemberian, melainkan sebuah injeksi modal dan harapan. Dengan dukungan ini, Nurdin sendiri berharap dapat mengembangkan usaha ternaknya secara signifikan dan yang terpenting, memberikan masa depan yang lebih terjamin serta pendidikan yang layak bagi kedua anak perempuannya. 


Perjuangan beliau untuk bertahan, semata-mata demi memastikan anak-anaknya tidak mewarisi kesulitan yang ia rasakan.


Kisah Nurdin adalah contoh nyata ketabahan yang membumi, sebuah potret inspiratif tentang bagaimana semangat gigih bertemu dengan uluran tangan zakat. Sahabat, zakat dan infak yang Anda salurkan melalui Dompet Dhuafa Sumsel terus memberikan harapan hidup yang lebih baik dan bermartabat bagi keluarga-keluarga tangguh lainnya seperti Nurdin. (ron)

Senin, 01 Desember 2025

Keberkahan Zakat, Anak Petugas Kebersihan Terbang Wujudkan Mimpi ke Al-Azhar Kairo


PALEMBANGTODAY.my.id
Di tengah hiruk pikuk keterbatasan ekonomi, mimpi seorang pemuda asal Banyuasin, Sumatera Selatan, bernama Muhammad (20), berani menjulang tinggi. Tekadnya bukan sekadar lulus kuliah, melainkan menimba ilmu agama langsung di jantung peradaban Islam: Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. 


Hari ini, mimpi itu bukan lagi angan, melainkan tiket penerbangan yang siap membawanya. Kisah Muhammad adalah cerminan nyata bagaimana zakat yang Anda tunaikan memiliki daya ubah yang luar biasa, mampu mencerdaskan anak bangsa hingga ke mancanegara.


Muhammad, yang bercita-cita menjadi mahasiswa Fakultas Ushuluddin, harus melalui jalan yang tidak mudah. Proses seleksi di Al-Azhar terkenal ketat, menuntut keseriusan penuh, termasuk menuntaskan enam level kelas bahasa Arab yang diakhiri ujian beruntun. Setiap tahapan, dari persiapan berkas terjemahan, paspor, visa, hingga rekomendasi Kemenag, adalah medan juang yang menguji kegigihannya.


Siapa sangka, pemuda seberani ini tumbuh dari keluarga sederhana yang sehari-hari akrab dengan pengabdian. Ayah Muhammad diketahui bekerja sebagai petugas kebersihan di Pondok Pesantren Qodratullah Langkan, Banyuasin, dan sang ibu adalah juru masak di pondok yang sama. 


Meskipun terlahir dengan keterbatasan finansial, alumni Ponpes Qodratullah ini tidak pernah berhenti mencari jalan untuk mewujudkan mimpinya.


Titik baliknya dimulai ketika Muhammad memberanikan diri mengirimkan proposal bantuan melalui Program Layanan Mustahik (LAMUSTA) Dompet Dhuafa Sumsel. Tim DD Sumsel, di bawah Pendamping Sosial Kebencanaan Wawan Setiawan, merespons dengan asesmen yang sangat mendalam sejak Oktober 2025. 


Verifikasi dilakukan secara komprehensif, mulai dari kondisi kediaman, wawancara keluarga, hingga pemeriksaan hasil ujian bahasa Arab Level 5 dan 6—sebuah proses memastikan amanah zakat disalurkan tepat pada asnaf Fisabilillah.


Setelah lolos verifikasi ketat tersebut, amanah zakat dari para muzaki diwujudkan oleh DD Sumsel dalam bentuk subsidi tiket pesawat keberangkatan dari Jakarta menuju Mesir. Penyaluran bantuan yang disaksikan Pimpinan Cabang Rizki Asmuni di Kantor DD Sumsel pada Senin (1/12/2025) menjadi penanda dimulainya babak baru kehidupan Muhammad.


"Saya berterima kasih atas bantuan Dompet Dhuafa kepada saya dalam menggapai cita-cita ke Al-Azhar," ujar Muhammad dengan wajah penuh rasa syukur, sesaat sebelum keberangkatannya. 


"InsyaAllah siang ini langsung kumpul di Ittifaqiah dan berangkat ke Jakarta, lalu besoknya jika tidak ada halangan langsung menuju Mesir," ujarnya semringah.


Menyertai harapan tersebut, Pimpinan Cabang Rizki Asmuni menitipkan pesan strategis. Rizki berharap agar kelak Muhammad tidak melupakan kampung halaman. Tujuannya jelas: setelah menimba ilmu, ia harus kembali ke Palembang, menebarkan ilmu yang telah didapat, dan berkolaborasi kembali dengan Dompet Dhuafa Sumsel. 


Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa zakat yang disalurkan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi masa depan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkomitmen membangun bangsa. (ron)


Jumat, 28 November 2025

Cuci Darah Dua Kali Seminggu, DD Sumsel Dukung Perjuangan Alpiansyah Lawan Gagal Ginjal


PALEMBANGTODAY.my.id - Kehidupan Alpiansyah, seorang mantan Satpam di Palembang, berubah drastis sejak ia didiagnosis Gagal Ginjal mendadak pada bulan Ramadhan 1447 (2025-red). Rutinitasnya kini bukan lagi menjaga keamanan, melainkan menjalani cuci darah sebanyak dua kali seminggu di RS Moch Husien (RSMH) Palembang. 


Kebutuhan biaya pengobatan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari yang tinggi membuat seluruh tabungan keluarga habis, meninggalkan mereka dalam himpitan ekonomi.


Di tengah situasi sulit itu, sang istri, Sri Yanti, menjadi pilar utama. Dengan setia, Sri Yanti menemani bolak-balik dari rumah mereka di Jl. H. Bastari Lr. Harapan menuju RSMH, mendampingi proses cuci darah, kontrol rutin, hingga menghadapi momen genting saat harus menambah darah. 


Untuk bertahan hidup, Sri harus meminjam modal demi membuka warung kecil-kecilan di rumah petak mereka, sebuah upaya gigih untuk memutar penghasilan.


Kondisi kesehatan Alpiansyah menuntut kedisiplinan yang ketat, termasuk hanya diperbolehkan meminum satu gelas air putih setiap hari dan mengonsumsi sejumlah obat-obatan penting, mulai dari vitamin B, obat tulang, hingga obat darah tinggi. 


"Kalau tidak minum obat rasanya menggigil, sesak napas bahkan lesu mas," ujar Alpiansyah menceritakan beratnya efek samping tersebut saat disambangi Wawan Setiawan, Pendamping Sosial Kebencanaan Dompet Dhuafa Sumsel, Jumat (28/11/2025).



DD Sumsel menyalurkan bantuan berupa biaya kebutuhan obat-obatan, alat penunjang kesehatan, serta kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, gula, tepung terigu, dan bahkan susu UHT untuk anak mereka yang masih berumur 3 tahun. Anaknya satu lagi masih duduk di bangku SMP.


Bantuan ini datang tepat pada waktunya, mengingat tantangan yang dihadapi keluarga ini. Sri Yanti tak hentinya mengungkapkan terimakasih yang mendalam. 


"Kami bersyukur atas bantuan ini, apalagi memang obat suami saya kebetulan lagi habis, jadi kami kadang menyiasati itu dengan selang-seling meminumnya. Dengan keadaan terpaksa kadang dia tiba-tiba sesak dan menggigil," jelas Sri menunjukkan dilema berat yang kerap mereka hadapi.


Meskipun diuji dengan penyakit yang menguras fisik dan materi, semangat Alpiansyah dan Sri Yanti tidak pernah padam. Perjuangan mereka untuk terus bertahan dan sembuh dilakukan semata-mata demi anak-anak mereka yang masih kecil. Bantuan dari DD Sumsel menjadi penyambung harapan, memastikan keluarga ini dapat terus berjuang melawan penyakit tanpa harus mengorbankan kebutuhan dasar. 


Bersama donasi para dermawan yang menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya melalui DD Sumsel, kita bisa menyelamatkan perjuangan keluarga Alfiansyah dan Sri Yanti ini. Dan masih banyak keluarga-keluarga kecil lain yang terhimpit oleh keadaan kesehatan dan ekonomi. (ron)

Selasa, 25 November 2025

Museum Keliling Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Para Bangsawan Era Sriwijaya di Panti Asuhan

PALEMBANGTODAY.my.id - Di tengah gempuran gawai dan permainan digital, memori akan warisan budaya Palembang berupaya dihidupkan kembali. Program Museum Keliling Dinas Kebudayaan Kota Palembang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan menyambangi anak-anak panti asuhan guna memperkenalkan permainan tradisional yang sudah hampir punah. 


Inisiatif ini bertujuan melestarikan Permainan Tradisional Cuki, yang konon telah dimainkan sejak periode Kerajaan Sriwijaya hingga masa Kesultanan Palembang Darussalam.


Di era modern, Generasi Z dan Alpha sudah jarang mengetahui terkait sejarah, termasuk permainan strategi Cuki yang dulunya dimainkan oleh para bangsawan. Guna melestarikan kebudayaan tersebut, Dinas Kebudayaan Kota Palembang melaksanakan kegiatan Museum Keliling berkolaborasi bersama DD Sumsel, menyambangi panti-panti asuhan yang telah direkomendasikan.


Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad (22-23/11/2025), dimulai dari Panti Asuhan Abdi Bersama di Jl Kolonel Sulaiman Amin KM 7,5. Turut hadir dalam pembukaan tempat pertama ini adalah Sri Suryani selaku Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kota Palembang, serta guru pegiat Permainan tradisional Cuki, KM Yunus Fahmi.


"Kami Dinas Kebudayaan mengucapkan terima kasih atas kolaborasi bersama Dompet Dhuafa Sumsel, melaksanakan kegiatan Museum Keliling ke panti-panti yang sebelumnya telah ditunjuk oleh tim Dompet Dhuafa. Kegiatan ini agar dapat melestarikan permainan tradisional Palembang 'Cuki' kepada anak-anak yang berada di Panti," jelas Sri Suryani. 


Setelah sambutan, sosialisasi dan praktik permainan langsung dilanjutkan oleh Bapak KM Yunus Fahmi.


Kegiatan berlangsung sangat meriah dan penuh keseruan. KM Yunus Fahmi, yang akrab disapa Mangcik Yunus, mengajarkan cara bermain Cuki yang berasal dari kata "di-cuk-i" dalam bahasa Palembang, yang berarti diambil. Permainan ini menggunakan papan, 120 biji (hitam dan putih), dadu, dan pion (oncak). 


"Permainan ini harus kita lestarikan sebagai bentuk kecintaan kita pada Palembang, apalagi penuh keseruan dan mengasah strategi dan kejelihan dalam bermainnya," ujar Mangcik Yunus. Ia berharap semakin banyak anak muda yang ikut melestarikan Cuki sebagai permainan lokal Sumsel.


Panti asuhan yang menjadi lokasi kegiatan Museum Keliling—yaitu Panti Asuhan Abdi Bersama, Panti Asuhan Aisyiyah Humairah, dan Panti Asuhan Jamik As Sholihin—merupakan rekomendasi dari DD Sumsel. 


Para santri bermain dengan sangat antusias dan cepat menangkap cara bermainnya, bahkan di sesi akhir mereka ingin melanjutkan kembali. Selain mendapatkan ilmu budaya, adik-adik juga menerima bingkisan dari Dinas Kebudayaan Kota Palembang dan DD Sumsel, menandai suksesnya sinergi sosial-budaya dalam menanamkan kecintaan pada sejarah lokal. (rel)